bersatu untuk maju, pemuda harapan bangsa, menggali potensi agar mampu bersaing diera globaisasi!!!
Pengikut
Arsip Blog
Jumat, 20 Agustus 2010
DO'A YANG DIUCAPKAN OLEH RASULULLAH SAW. PADA SAAT BERDA'WAH DI KOTA THOIF
DO'A YANG DIUCAPKAN OLEH RASULULLAH SAW
DENGAN PENUH TAWADHU DAN KERIDHOAN AKAN TAKDIRNYA, KERELAAN ATAS KEHENDAKNYA, DAN OPTIMISME
DALAM SETIAP DESAHAN KATA2NYA
Langit berduka mengiringi kesedihan Rasulullah SAW. Benteng itu sudah roboh seiring dengan hilangnya hembusan nafas sang paman. Ruh itu pergi tanpa mengucapkan kalimat Tauhid. Walaupun sang Nabi telah membujuknya dan berkata : wahai paman, ucapkanlah Laa Ilaha IllaLLah......satu kalimat yang dapat engkau jadikan hujjah di sisi Allah....tapi..., mulut sang paman seakan terkunci rapat.
Lidahnya kelu untuk mengucapkan satu kalimat yang agung. Dan sang benteng dakwah itupun tetap berada pada agama leluhurnya hingga akhir hayatnya. Tak ada yang mampu menolongnya, tak ada yang mampu memberinya hidayah. Semuanya hanyalah milik Allah SWT dan berjalan sesuai dengan kehendakNya.....
Duka kembali menyelimuti Rasulullah SAW. Lara itu menyapa jiwa yang bersih dan agung dengan lembut. Sang istri telah kembali kepada Sang Pencipta. Dialah wanita yang agung, anugerah terindah dan salah satu nikmat yang besar yang dikaruniai Allah SWT untuk NabiNya. Dialah yang menyayangi beliau dikala resah, menolong beliau pada saat-saat kritis, dan mendampingi beliau dalam menjalankan jihad yang berat.
Nabipun bersedih, perasaan duka dan lara yang tercampur dengan cobaan dan gangguan dari orang-orang bodoh dan dungu. Tak ada lagi orang yang memberinya perlindungan. Tak ada lagi sang paman yang selalu memberinya pertolongan. Tak ada lagi sang istri yang selalu menghiburnya dan yang selalu membenarkannya.
Hari demi hari, waktu demi waktu, orang-orang musryik itu terus menerus menyakiti Rasullulah SAW. Sehingga, Fatimah, putri beliaupun menangis, ketika membersihkan debu-debu yang memenuhi kepala sang Nabi. Tetapi dengan lembut Nabipun berkata : tak perlu menangis wahai putriku, karena Allah akan melindungi bapakmu....
Thaif, kota yang berjarak 60 mil dari kota mekkah telah menjadi harapan baru bagi dakwah Nabi.
Kota yang berjarak hampir 100 km itu dicapai dengan berjalan kaki, menyelusuri gurun pasir yang panas, mengarungi lautan pasir yang tidak bersahabat dengan sengatan sinar matahari yang terik. Tidak keluar sama sekali dari lidahnya kata-kata penyesalan. Tidak tergumam sedikitpun keluh kesah. tidak terdengar sedikitpun gerutu dan kekesalan.Setiap langkah yang diayunkannya adalah dzikir. Setiap desah nafasnya adalah syukur. Setiap tapak kaki yang membekas adalah tawwakal dan sabar.
Di kota Thaif, belum sempat istirahat, dengan keringat yang masih membasahi wajahnya yang lembut dan sejuk, beliau sudah mendapat sambutan yang sangat menyakitkan. Cercaan dan caci maki begitu mudahnya keluar dari mulut-mulut penduduk thoif kepada sang Nabi. Akhirnya, setiap orang di kota ini berkumpul dan berkerumun, berencana untuk mengusir Nabi dari Thoif. Penduduk thoif, kemudian membentuk dua barisan, dan
melemparkan batu ke arah beliau.
Sayang, batu-batu itu tidak bisa bicara dan tidak bisa mengelak. Tentu tidak rela sang batu itu menyentuh wajah beliau, sehingga mengalirlah darah dari wajahnya, Tentu batu-batu itu akan menangis, tentu batu-batu itu akan berteriak, ketika melukai kepala Nabi Muhammad SAW. Tidak sewajarnya...tidak sepatutnya, tidak seharusnya........, tapi batu2 itu hanya membisu, terdiam.
Zaid bin Harisah, pembantu beliau pun membentengi Nabi dengan badannya. Lagi, batu-batu itupun melukai badan Zaid. Satu,dua,tiga, entah berapa banyak luka yang menggores badannya. Terus dan terus, hingga keduanya berada di kebun milik Utbah dan Syaibah, berjarak 3 mil dari thaif, hujan batupun berhenti. Rasulullahpun kemudian mendatangi sebatang pohon anggur dan duduk dibawah rerimbunannya.
Dan..........Rasulullah pun berdo'a. Inilah do'a yang sangat indah, do'a yang sangat menyentuh hati. Inilah do'a yang menggetarkan jiwa orang yang mendengarnya.
Inilah do'a yang didengar oleh penduduk langit. Yang membuat para malaikat bergemuruh, dan langit bergetar. Do'a ini menunjukkan betapa duka dan lara yang memenuhi hati beliau. Do'a inipun yang menggambarkan hati Rasulullah sesungguhnya pada saat itu.
Tetapi, do'a inipun menunjukkan kesabaran beliau, ketawwakalan dan krendahan hati beliau. Saat itu, beliau pun berdo'a dengan penuh kusyhu; :
ALLAHUMMA ILAYKA ASYKUU DHU'FA QUWWATII..
Ya Allah, kepada-Mu juga aku mengadu kelemahan kekuatanku,
WA QILLATA HIILATII WA HAWAANII 'ALAA NNAAS.......
kekurangan siasatku dan kehinaanku di hadapan manusia....
YAA ARHAMAR ROOHIMIIN, ANTA ROBBUL MUSTADH'AFIIN...
Wahai Yang paling Pengasih diantara para pengasih, Engkau adalah Rabb orang-orang yang lemah......
WA ANTA ROBBIII...dan Engkaulah Rabb-ku...
ILAA MAN TAKILLUNII...
kepada siapa hendak Engkau serahkan diriku.....
ILAA BA'IIDIN YATAJAHHAMUNIII...? AM ILAA 'ADUWWIN MALAKTAHUU AMRI....
kepada orang jauh yang bermuka masam kepadaku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai urusanku ?
IN LAM YAKUN BIKA 'ALAYYA GHODOBUN, FALAA UBAALII...
asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli....
WALAAKIN 'AAFIYATUKA HIYA AU SA'U LII, sebab sungguh teramat luas afiat yang Engkau limpahkan kepadaku......
A'UDZU BINUURI WAJHIKALLADZII ASYROQAT LAHUDZULUMAAT, WA SHOLUHA 'ALAIHI AMRUDUNYA WAL AKHIRAH MIN AN TUNAZILA BII GHODOBAKA AU YAHULLA 'ALAYYA SAKHOTHUKA......
Aku berlindung dari cahaya wajahMu yang menyinari segala kegelapan dan yang karenanya urusan dunia dan akhirat menjadi baik, agar Engkau tidak menurunkan kemarahan-Mu kepadaku atau murka kepadaku.
LAKAL'UTBA HATTA TARDOO...WA LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BIKA...
Engkaulah yang berhak menegurku hingga Engkau ridho. Tidak ada daya dan kekuatan selain denganMu.
Inilah do'a yang diucapkan oleh Rasulullah SAW dengan penuh tawadhu dan keridhoan akan takdirNya, kerelaan atas kehendakNya, dan optimisme dalam setiap desahan kata2nya, lalu, bagaimana dengan do'a kita ???
NU: Korupsi Kejahatan Tak Termaafkan
NU: Korupsi Kejahatan Tak Termaafkan
Kompas - Sabtu, 21 Agustus
NU: Korupsi Kejahatan Tak Termaafkan
BOGOR, KOMPAS.com - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Masdar Farid Mas’udi, mengatakan korupsi merupakan perbuatan kejahatan luar biasa yang tak termaafkan.
"Dampak korupsi bagi sebuah negara luar biasa. Korupsi kejahatan besar yang mengancam kelangsungan sebuah negara," ujarnya ketika dihubungi, Sabtu. Peluncuran buku "Koruptor itu Kafir" yang dilakukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu sebagai jawaban atas kegelisah kedua ormas Islam terbesar di Indonesia dengan kian maraknya praktik korupsi di Tanah Air.
Buku tersebut diterbitkan Mizan dan merupakan kompilasi pemikiran ulama NU serta Muhammadiyah dalam mengampanyekan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Masdar Farid Mas’udi menegaskan, peluncuran buku tersebut diharapkan menjadi terapi kejut agar masyarakat kian menjauhi perilaku korupsi dalam kehidupan sehari-hari.
"Korupsi merupakan pengingkaran terhadap ajaran kebenaran. Dalam Islam, perbuatan korupsi merupakan dosa besar," papar Masdar. Oleh karena itu, melalui peluncuran buku "Koruptor itu Kafir" PBNU berharap agar umat Islam dan bangsa Indonesia menabuh genderung perang terhadap para koruptor.
Masdar mengemukakan, pengelompokan para pelaku korupsi sebagai "kafir" atau orang yang tidak percaya kepada Allah SWT, karena apa yang dilakukannya di luar koridor keimanan.
"Tidak ada orang yang korupsi saat melakukan korupsi dalam keadaan beriman. Orang korupsi melakukan kejahatan maha besar karena tidak beriman dan menuhankan kebendaan," tegas Masdar.
Lebih lanjut Masdar mengungkapkan, penyematan istilah "kafir" bagi koruptor yaitu berupa kafir "amali" atau kafir perbuatan. "Perbuatan korupsi secara prasikis masuk kategori kafir, karena merupakan kejahatan luar biasa yang mengesampingkan keyakinan kepada Allah SWT," demikian tutur KH Masdar Farid Mas’udi.
Menurut Masdar, dana yang dikorupsi oleh seorang koruptor kalau digunakan untuk kepentingan negara atau pengentasan kemiskinanan, tentu dampaknya luar biasa. Jutaan orang akan terbantu.
Selasa, 17 Agustus 2010
MELALUI HUT KEMERDEKAAN KE 65 RI KITA TUMBUHKAN BANGSA YANG BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERKARAKTER POSITIF
SELAMAT HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN KE 65 REPUBLIK INDONESIA
17 AGUSTUS 2010
Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
MELALUI HUT KEMERDEKAAN KE 65 RI KITA TUMBUHKAN BANGSA YANG BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERKARAKTER POSITIF
Alhamdulillah hari ini, dalam suasana aman dan damai kita dapat berkumpul dan mengikuti kegiatan upacara dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-65 Negara kita, Republik Indonesia, yang sama-sama kita cintai.
Marilah sejenak kita menundukkan kepala merenung dan sekaligus memanjatkan do'a, terhadap apa yang telah diberikan oleh para pejuang dan pahlawan kita di dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Mereka telah berkorban bukan hanya harta dan benda tapi juga jiwa dan raganya.
Hadirin Yang Saya Hormati,
Tiap kali kita memperingati hari jadi atau ulang tahun, seperti Hari Kemerdekaan kali ini, pada hakekatnya ada tiga hal yang harus kita berikan makna. Pertama, peringatan HUT ke-65 RI sebagai bagian dari upaya didalam merefleksikan diri melihat ke belakang, terhadap apa yang telah bangsa ini kerjakan dan lakukan.
Kedua, upaya didalam mengintropeksi diri dari apa yang sedang kita lakukan dan kerjakan saat ini didalam mengisi nikmat kemerdekaan, dan ketiga, bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah dan sedang kita lakukan untuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana dicantumkan dalam pembukaan UUD 1945, upaya didalam mensejahterakan rakyat.
Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kepada dunia pendidikan, untuk menjadikan cermin dari apa yang telah dilakukan para pejuang dan pahlawan kita di dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, agar kita bisa bersama-sama mengisi nikmat kemerdekaan yang telah kita peroleh ini dengan lebih baik dan sungguh-sungguh, yang dapat tercermin dari hasil kerja kita masing-masing.
Merebut kemerdekaan memang harus dengan pengorbanan. Demikian iuga dengan upaya mengisi kemerdekaan yang menjadi tugas kita bersama, juga perlu dan butuh pengorbanan.
Hadirin Yang Berbahagia,
Momentum seperti ini tidak ada salahnya jika kita kembali menengok sejarah perjalanan bangsa ini. Tentu bukan sekadar mengungkap memori sentimental tentang epos perjuangan kemerdekaan, tapi lebih dari itu untuk mengingatkan kembali bahwa di balik nikmat kemerdekaan yang telah kita raih, ada amanah besar bagi kita yang ada dijajaran kementerian pendidikan, harus jalankan. Apa itu? Tidak lain adalah Pembangunan Karakter, Pendidikan Karakter dalam Pelayanan Masyarakat.
Parafounding father berpendapat bahwa tatanan yang akan dibangun haruslah selaras dengan karakter bangsa, untuk itu mereka tidak memilih demokrasi liberal ala Barat, atau menjadikan demokrasi sosialis sebagai acuan. Mereka telah memilih Pancasila, sebagai landasan filosofi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memberi tempat pada nilai-nilai spirituaiisme, kekeluargaan, gotong royong, musyawarah, dan semangat persatuan yang dilandasi rasa senasib sebagai warga setanah air.
Hadirin Yang Berbahagia,
Berkait dengan pembangunan karakter dan pendidikan karakter itulah, pada kesempatan yang baik ini, saya tidak bosan-bosannya ingin kembali menyampaikan dan mengingatkan tentang peran dan tanggungjawab Pemerintahan Desa Maruyungsari di dalam pembangunan dan Pelayanan Masyarakat.
Mengapa karakter itu penting? Karena karakter itu ibarat "ruh" dari manusia, jika karakternya tidak benar, maka prilakunya juga tidak benar. Jasad tidak punya arti apa-apa jika tidak ada ruhnya, tidak ada jiwanya. Pendidikan karaktrer itu adalah ruhnya.
Dalam jasad terdapat empat unsur, masing-masing terdiri dari hati,
pikir, rasa, dan raga atau badan. Dalam pendidikan karakter keempat itulah yang akan diisi. Sangat banyak memang karakter yang ada, tapi pada tahap awal hanya beberapa yang akan dikembangkan.
Pada unsur hati, kita ingin mengembangkan karakter jujur dan bertanggungjawab. Pada unsur pikir akan dikembangkan karakter cerdas dan kreatif. Karakter peduh dan suka menolong akan dikembangkan pada unsur rasa, sedang pada unsur badan atau raga dikembangkan karakter bersih dan disiplin.
Hadirin Yang Berbahagia,
Diakui, pembangunan karakter (character building) tentu bukan hanya tugas dunia pendidikan, melainkan tugas bangsa secara keseluruhan. Tapi harus diakui, karakter pribadi seseorang, sebagian besar dibentuk oleh pendidikannya. Karena itu, untuk membentuk pribadi yang terpuji, tanpa cela, dan bertanggung jawab, mutlak dibutuhkan pendidikan yang berkualitas, yakni pendidikan karakter.
Saya ingin menegaskan, bahwa pendidikan karakter yang ingin dikembangkan bukan hanya diterjemahkan sebagai sopan santun. Tapi lebih dari itu, kita ingin membangun karakter-budaya yang menumbuhkan kepenasaranan intelektuai(intellectual curiosity) sebagai modal untuk mengembangkan kreativitas dan daya inovatif yang dijiwai dengan nilai kejujuran dan dibingkai dengan kesopanan dan kesantunan.
Selain itu, kita juga ingin membangun school culture atau universi ty culture. Kultur di sekolah dan kampus perlu dibangun, karena kepribadian itu tidak hanya tumbuh dari dalam diri sendiri, tapi dipengaruhi juga oleh berbagai macam interaksi.
Hadirin Yang Saya Hormati,
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan usaha kita didalam mengisi nikmat kemerdekaan ini, melalui upaya peningkatan kualitas kerja dan pelayanan, dicatat sebagai bagian dari amal kebajikan kita bersama. Amien. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Langganan:
Postingan (Atom)
